Rabu, 27 Agustus 2008

Killing consumer

Mau beli rumah? apartemen? ruko? toko? pikir lagi.. Jaman gini kita harus ati-ati dey. Coba ingat-ingat seberapa banyak gedung hancur, dari maintenance kek, dari kualitas bangun kek, ngga ada yang ngisi kek, dan laennya.

Liat WTC mangga dua tuh, gedung mewah tapi isinya hantu. Liat parkiran ITC yang mobil bisa terjun bebas supaya ngga usah bayar parkir. Liat komplek perumahan, green garden. Dulu komplek mewah sekarang ngga ke urus, jalan pada rusak, penghijauan habis, pemulung dan pedagangan asongan nongkrong di jalan boulevard. Liat Senayan residence, lampu jalan utama banyak yang mati, lampu penerangan apartemen mati setelah jam 2 malam, lobby bocor, air mancur sudah mati, keamanan seadanya dulu janji pake kartu, sekarang gate otomatis di angkat sama satpam supaya mobil bisa lewat. Padahal proyek belom lewat lima tahun mulai.

Kita sebagai consumer di Indonesia sama sekali tidak ada proteksi dari segi mana pun. Pemerintah bolot, jadi pedagang ngga pusing untuk potong ongkos, angkat margin. Sekarang semuanya profit oriented sudah tidak ada yang mikir kualitas. Hampir semua produk masuk ke Indonesia harus di spec down, karena pemerintah ngga punya standard qualitas. Walau pun ada tapi di anggap ngga ada.
Dari mana consumer bisa menjerit? look around guys... seberapa jelek qualitas rumah tinggal yang anda beli? bandingkan mall sekarang dengan mall dulu, bandingkan apartment sekarang dan yang dulu. Memang Jaman dulu buka mall ngga usah repot-repot bikin iklan atau bikin umbul-umbul di sluruh kota Jakarta, ngga usah panggil selebriti untuk nyanyi. Jadi semua biaya itu bisa di limpahkan ke qualitas gedung. Tapi, bagaimana dengan negara-negara lain? yang lebih dulu punya mall dan apartment dari Jakarta. Tetep aja mereka bersaing ketat dan qualitas terjaga.
Setahu saya untuk menjual atau meng import barang ke Singapore, Malaysia atau Australia. Kita harus punya sertifikat lulus dulu dari beberapa birokrat yang menangani standard kelayakan jual. Birokrat ini terdiri dari mana mana, dari consumer protection, dari building safety kalo mau jual produk konstruksi, dan beberapa badan riset yg di tunjuk oleh negara.

Coba liat apartment paling baru dan paling bagus di Jakarta. Pakubuwono, temboknya gypsum pak, jendelanya pake aluminium kopong, sealant nya luber. Coba liat mall paling baru dan paling besar di Indonesia. Grand Indonesia, mentang-mentang daerah strategis kalo tender semuanya di gencet, "kamu ngga mau, yang lain mau loh!". Semua kontraktor dan produsen di suruh kerja rugi dengan janji boleh pasang plang advertising di depan proyek. Alhasil kerjanya asal jadi dan asal cepet, barang asal pas dan tahan sekian tahun yang penting ngga ambruk.

Ini sih hanya pengalaman dan hasil pandang saya saja, coba di lihat semoga anda dapat lebih terbuka dan lebih awas untuk memilih properti dan memilih developer yang baik. Tidak ada maksud melecehkan nama baik siapa pun. Take it or leave it.

Tidak ada komentar: